Kampung Bojong Kidul mendapat Penghargaan 'Kampung Ramah Lingkungan' dari KLHK


Tempat penampungan Sampah dan Pengelolaannya
Klapanunggal (#Bogor) - Kecamatan Kemang khususnya Kampung Bojong Kidul, Desa Bojong, Kabupaten Bogor ini, masih menerapkan Kearifan Lokal yang kental. Olehkarenanya tidak mengherankan, jika kampung ini mendapatkan Penghargaan 'Kampung Ramah Lingkungan' dari KLHK, atau bahkan sebagai pelopor kampung yang mengelola sampah secara swadaya, di Kabupaten Bogor.

Keberhasilan Kampung Bojong Kidul, dalam mengelola sampah, tidak terlepas dari kegigihan H. Suria bin Uki,  Supriyadi, dan Siswanto. Mereka tidak menyerah ketika berbagai pihak terkait tidak menanggapi secara positif. 

Bahkan dirinya rela membiayai pembuatan mesin seharga 30 juta rupiah, yang diambil dari koceknya sendiri, dengan memanfaatkan teknologi bengkel yang ia miliki.

'Agar pengelolaan sampah ini dapat berjalan dengan lebih efektif, maka saya mencoba membuat sendiri, mesin penghancur sampah tersebut di bengkel saya ini' jelasnya kepada awak media.

Bapak H. Suria kedua dari kiri menggunakan batik warna kuning, bersama Sesepuh dan Ibu-ibu pendukung Bank Sampah
Mereka bertiga di atas, menceritakan, bahwa mereka mendapat dukungan dari warga, yang meskipun awalnya mereka sangat sulit untuk meyakinkan warga tersebut, tetapi dengan dibantu dukungan moral dari para sesepuh setempat, maka akhirnya terwujudlah Bank Sampah tersebut, demikian turut mereka kepada awak media.

Dengan terbentuknya Bank Sampah yang begitu banyak manfaatnya ini, salah satunya adalah pupuk organik yang nantinya dapat dipakai oleh petani setempat. 

Meskipun awalnya tidak didukung oleh masyarakat kebanyakan, namun dengan kegigihan kang Suria, begitu panggilan akrabnya, lama kelamaan, banyak pula yang menyadari, bahwa kegiatan Bank Sampah tersebut merupakan langkah penting bagi Kesehatan Lingkungan. 

Terbukti kini banyaknya Ibu-ibu yang turut ambil bagian dalam memilah-milah sampah.

Bahkan ibu-ibu tersebut begitu antosias memberi penjelasan kepada #Bogor, mulai dari penampungan sampah, proses pemilahan hingga proses akhir.

Setelah berhasil membuat Bank Sampah Kampung Bojong Kidul, kang Suria dan komunitasnya berencana akan membuat Destinasi Wisata Agro, dengan motto 'Makan Jambu Sampai Kenyang, Bayar cuma Sekali'(SSM & AP)
Read More »

BEM STIE IPWIJA Kampus Cikeas Mendorong Mahasiswa Melek Politik

BEM STIE IPWIJA Kampus Cikeas
Bogor (#Bogor- BEM dan Mahasiswa STIE IPWIJA Kampus Cikeas Bogor melakukan kunjungan ke Mata Najwa (6/2) dengan tema "Presiden Pilihan Rakyat". Kunjungan dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman politik terkait Pilpres 2019m

Ketua BEM STIE IPWIJA Kampus Cikeas, Aceng Darussalam menyatakan, dirinya prihatin dengan sikap sebagian rekan mahasiswa yang kurang peduli pada dunia politik. Dirinya, juga prihatin dengan kondisi politik saat ini.

Ketua BEM Aceng
 Darussalam (tengah)
"Di media sosial terjadi saling sindir, melecehkan, menghujat, memaki dengan kata-kata yang tidak santun, dan tidak etis. Hal itu dipicu, saling serang pernyataan politikus. Imbasnya, terjadi kegaduhan dimasyarakat"

Lebih lanjut, Aceng panggilan akrabnya menyatakan kondisi politik pada masa kampanye saat ini, tidak sehat dan tidak mencerdaskan. Ada potensi masyarakat terbelah. Semestinya, kampanye berisi adu gagasan, dan adu konsep untuk mewujudkan cita-cita pendiri bangsa. 

"Setiap denyut kehidupan rakyat, adalah produk politik yang dihasilkan melalui pilpres dan pileg. Mahasiswa sebagai kelompok masyarakat terdidik, harus berperan aktif. Untuk itu, harus melek politik. Melek politik bukan berarti berpolitik praktis" ujarnya

Selaku Ketua BEM, dalam berbagai kesempatan selalu mengajak rekan rekannya untuk tidak mudah menerima dan men-share berita dan informasi yang belum jelas kebenarannya.

Terkait dengan pileg, dirinya berharap masyarakat dalam menentukan pilihannya lebih didasarkan pada visi, misi, program kerja dan track-recornya. (AP & SSM)
Read More »

Pencarian Bakat Pemain Sepak Bola Cileungsi

Bogor (#Bogor- Dalam rangka persiapan turnamen sepak bola memperebutkan piala Pery Cup 2019 Kabupaten Bogor, Kecamatan Cileungsi mengadakan seleksi pemain bola.

Coach, Adi Kuswanto (kaos putih)
Seleksi pemain bola dipimpin langsung oleh head coach, Irwan Setiawan dan coach, Adi Kuswanto.

"Sore hari ini (14/2) dilakukan seleksi terbuka dan Sabtu yang akan datang (16/2) diadakan seleksi tertutup. Alhamdulillah, untuk kegiatan seleksi ini mendapat dukungan, moril dan materil dari berbagai pihak. Termasuk Pemerintah Kabupaten Bogor", ujar Adi Kuswanto

Para Peserta Seleksi, Menanti Giliran
Lebih lanjut dikatakan, melalui seleksi ini akan didapat pemain sepak bola di tingkat Nasional. Dalam turnamen sepak bola Pery Cup 2019, Kecamatan Cileungsi dapat lolos grand final.
Read More »

Perilaku Elit Politik Berkearifan Lokal

Agus Pranoto
Bogor (#BogorDalam beberapa bulan terakhir ini, banyak pernyataan elit politik yang kontroversial.  Tidak sedikit ujaran yang bernada pelecehan terhadap pemerintah, pejabat negara, dan alim ulama. Bahkan, banyak pula yang bersifat hoax.

Antara pelaku politik saling melecehkan, sindir menyindir, bahkan saling mempersoalkannya keranah hukum. Imbasnya, terjadi kegaduhan di masyarakat. Media sosial penuh dengan ujaran kebencian. Hal ini, tentu sangat disayangkan. Pernyataan seperti itu, bukan saja tidak mengedukasi masyarakat, tapi berpotensi dapat memecah belah bangsa.

Hal tersebut dapat dilihat dari perilaku para pelalu politik praktis dalam masa kampanye saat ini, yang tidak mencermikan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia yang sesungguhnya, bahkan mereka hanyalah mencerminkan prilaku keserakahan kekuasaan belaka.

Sejatinya seorang pelaku politik praktis harus berkomitmen pada fatsun politik, seyogyanya berprilaku yang berkearifan lokal. Sehingga kekuasaan yang kelak akan diraihnya, adalah amanah rakyat yang akan dipertanggung jawabkan di dunia dan akherat.

Rasanya, kalau pemahaman kekuasaan selaras dengan nilai-nilai kearifan lokal yang ada di Indonesia, maka kristalisasi nilai-nilai politik dalam hati dan pikirannya, juga akan sesuai dengan nilai-nilai budaya, dan agama yang mejadi acuan dalam segenap perilakunya.

Sudah saatnya perilaku elit politik kembali ke kearifan lokal, untuk menjadikan Indonesia Lebih Maju.

Pengamat Sosial Politik
Read More »

Fifi Hanafia, SE, MM "Dosen Berkearifan Lokal"

Fifi Hanafia SE MM, di Filipina
Bogor (#BogorFifi Hanafia, SE, MM adalah Dosen Tetap STIE Pelita Bangsa dan Dosen Luar Biasa STIE Kalpataru. Baginya, profesi dosen adalah cita-citanya sejak kecil. Profesinya sebagai dosen, telah dijalani sejak tahun 2014. Mata kuliah yang disampaikan adalah, Pengampuh Manajemen Strategi, Hubungan Internasional, dan Manajemen Sumber Daya Manusia.

Menurutnya, tugas dosen bukan hanya "mentransfer ilmu pengetahuan (transfer of knowledge), tapi juga harus mampu menanamkan nilai-nilai budaya yang berkearifan lokal dan nilai-nilai agama. 

Hubungan Dosen dan Mahasiswa terlihat Guyub
"Kepada mahasiswa, saya tanamkan nilai budaya yang Berkearifan Lokal. Antara lain: cinta kepada Tuhan, alam semesta, disiplin, tanggung-jawab, hormat dan santun, berempati, kreatif, keadilan, toleransi dan persatuan", ujarnya

Dikalangan mahasiswa, Fifi Hanafia dikenal sebagai seorang dosen yang  disiplin, dan seringkali hadir pada kegiatan yang diselenggarakan mahasiswa. Tak heran, hampir seluruh mahasiswa STIE Pelita Bangsa dan STIE Kalpataru mengenalnya.

Walau ia dikenal sebagai dosen yang disiplin, dan biasanya dosen disiplin identik dengan dosen galak... Tidak demikian dengan Fifi Hanafia, dengan pendekatan kearifan lokal, is selalu pandai menempatkan kapan harus tegas, dan kapan harus menjadi seorang teman, bagi mahasiswanya...

Sebagai seorang dosen, dirinya terus meningkatkan keilmuannya. Saat ini, sedang mengambil program Doctor of Business Administration di The Philippine Women's University. Program Doctor ditempuhnya bukan semata untuk dirinya pribadi, namun lebih pada bagaimana ia bisa lebih berbagi pengetahuan kepada mahasiswanya kelak. (AP & SSM)
Read More »