Selasa, 09 April 2019

Ibu Yana Rebelle dari Jonggol Juara 1 Lomba Cipta Menu B2SA se Kabupaten Bogor

Dari kiri - kanan :   Ibu Iwan Setiawan (Istri Wakil Bupati Bogor) menyerahkan trophy dan hadiah berupa uang, sebagai Juara 1 Lomba Cipta Menu B2SA kepada Ibu Yana Rebelle 
Kementerian Pertanian melalui Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor menyelenggarakan BOGORFEST 2019, pada tanggal 4-5-6-7 April 2019, di Stadion Pakansari, dibuka oleh Ibu Evi dari Kementrian dan Kadis DKP Bapak Trisno.

Event ini menyuguhkan, antara lain : 

  • Promosi Pangan Lokal, yang menyajikan Pameran Buah Segar dan Olahan Pangan
  • Lunching Aplikasi B2SA
  • Launching Duta Paman, yang menyajikan Demo Uji Cepat Keamanan Pangan
  • Talk Show B2SA
  • Demo Masak Menu B2SA
  • Lomba Cipta Menu B2SA

Hal ini ditunjang oleh melimpah ruahnya Bahan Lokal yang ada di Kabupaten Bogor, seperti Singkong, Ubi, Kentang, sebagai pengganti Padi.

Lomba ini dimaksudkan untuk mengakselerasi warga 40 Kecamatan di Kabupaten Bogor untuk dapat Menciptakan Menu dengan budget yang minim tapi memnuhi kebutuhan gizi, jadi masyarakat Kabupaten Bogor sudah dididik mulai dari di rumah, di sekolah, hingga di kantor, untuk dapat menikmati menu B2SA dengan harga yang terjangkau.

Ibu Yana sebagai Ketua UMKM Kecamatan Jonggol ini, yang juga selalu memberi bimbingan kepada para anggotanya, baik dari sisi perizinan, packaging, hingga pemasaran,  agar produknya dapat bersaing dengan produk di luar yang sudah ada. 

Menu Makanan yang dimenangkan oleh Ibu Yana - Juara 1
Sebagai Juara 1 Lomba Cipta Menu B2SA dalam Katagori UMKM Olahan Pangan ini, tidak berlebihan jika dirinya sangat berharap, bahwa kegiatan ini akan terus berkesinambungan dan lebih meluas lagi, hingga tingkat Nasional.

"Harapan saya adalah dengan adanya program ini, tidak hanya sampai tingkat Kabapten, tetapi bisa lanjut ke tingkat Nasional, serta pembinaan dari Dinas DKP untuk UKM Pangan Lokal, supaya produknya dapat dikenal masyarakat luas." pungkas Ibu Yana kepada awak media. (SSM & AP)




Read More »

Kamis, 04 April 2019

Dua Wanita Cantik Berjiiwa Sosial dari Kecamatan Kemang

Dewi dan Elya
Klapanunggal (#Bogor) - Dewi dan Elya adalah dua dara yang dengan sukarela membantu pemasaran hasil produk dari home industry Ibu-ibu yang tergabung dalam Paku Nasdem,  di wilayah Kecamatan Kemang.. Mereka memiliki latar belakang sebagai pemasaran produk elektronik dan fashion, keduanya berduet untuk memasarkan produk-produk hasil produksi home industry dari anggota Paku Nasdem (Paguyuban Konstituen NasDem)

Sebagai pemasar kejelian untuk membaca pasar tentunya, sudah jadi makanan mereka berdua. Katakan Dewi yang piawai memasarkan produk-produk elektronik seperti gadget di wilayah Kecamatan Kemang. Sementara Elya memiliki kepiawaian memasarkan produk-produk fashion, yang hingga kini digelutinya.

Kali ini mereka bedua ditugasi oleh Paku Nasdem untuk memasarkan kembang-kembang hasil karya Ibu Lena Harahap yang terbuat dari acrilyc.

Elya langsung memberikan analisa pasar, bahwa produk ini akan sangat laku jika dijual di pameran furniture dan rumah tangga.

"Produk ini akan laku jika dijualnya di pameran rumah tangga, seperti pameran furniture misalnya, sebab bunga ini dapat dijadikan sebagai pelengkapt dari pemandangan furnitur itu sendiri." jelas Elya menganalisa pasar bunga acrilyc

Siapa sangka dua wanita tersebut begitu piawai menganalisa pasar, "bunga-bunga ini akan lebih memiliki harga yang pantas, jika dijualnya sudah menjadi satu kesatuan dengan vas bunga, ditambah dengan komposisi warna bunga yang serasi" pungkas ibu Dewi

Paku Nasdem sangatlah beruntung memiliki dua wanita energik dan piawai dalam dunia pemasaran produk-produk home industry. (SSM & AP)
Read More »

Sabtu, 23 Maret 2019

Elektabilitas Caleg DPR RI dan DPRD Provinsi di Kabupaten Bogor

Klapanunggal (#Bogor) - Tanggal 17 April 2019 adalah waktu kita untuk menentukan pilihan, baik Presiden maupun para Caleg, baik DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, maupun DPD.

Sebelum menjatuhkan pilihan, kita pun harus mengetahui rekam jejak dari orang-orang yang akan kita pilih, sehingga kita tidak menyesal kemudian.

Caleg bisa memiliki tingkat kepemilihan, karena beberapa hal, antara lain, karena popularitas, serta rekam jejaknya yang positif. 

Dari pantauan kami, hanya beberapa Caleg saja yang membuat website mengenai dirinya, agar calon konstituen dapat mempelajari dengan gamblang, siapa jagoannya. 

Dari beberapa Caleg yang ada, kami mengambil 2 contoh Caleg yang membuat website, dan merawatnya (mempromosikan lewat WA Grup, mencantumkan alamat Website pada Kartu Nama, Spanduk, dlsb), yakni  satu Caleg untuk DPR RI dan satu lagi untuk DPRD Provinsi.

Caleg-caleg tersebut adalah Sapto Satrio Mulyo (DPR RI), dan Agus Pranoto (DPRD Provinsi), dan dari kedua contoh Caleg tersebut, ternyata ada hubungan yang signifikan dengan elektabilitas mereka, berdasarkan polling yang dibuat oleh IndeksNews.com.

Sebut saja, Sapto yang menduduki peringkat pertama dalam data polling, yang tertera dalam Screenshot_2019-04-03-23-59-19



Kemudian Agus yang Caleg DPRD Provinsi, sama-sama menduduki peringkat pertama di kelasnya.

Melihat fenomena tersebut, mungkin kampanye di kemudian hari, Dunia Maya tidak boleh dilupakan, selain Caleg melakukan Kampanye Konvensional yang merupakan cara memberi pembelajaran kepada Calon Konstituen mereka masing-masing. (EW)

Foto : Screenshot dari https://jawabarat.indeksnews.com/polling-tahap-ii-dpr-ri-dapil-jawa-barat-v/
Read More »

Kamis, 14 Maret 2019

Kampung Bojong Kidul mendapat Penghargaan 'Kampung Ramah Lingkungan' dari KLHK


Tempat penampungan Sampah dan Pengelolaannya
Klapanunggal (#Bogor) - Kecamatan Kemang khususnya Kampung Bojong Kidul, Desa Bojong, Kabupaten Bogor ini, masih menerapkan Kearifan Lokal yang kental. Olehkarenanya tidak mengherankan, jika kampung ini mendapatkan Penghargaan 'Kampung Ramah Lingkungan' dari KLHK, atau bahkan sebagai pelopor kampung yang mengelola sampah secara swadaya, di Kabupaten Bogor.

Keberhasilan Kampung Bojong Kidul, dalam mengelola sampah, tidak terlepas dari kegigihan H. Suria bin Uki,  Supriyadi, dan Siswanto. Mereka tidak menyerah ketika berbagai pihak terkait tidak menanggapi secara positif. 

Bahkan dirinya rela membiayai pembuatan mesin seharga 30 juta rupiah, yang diambil dari koceknya sendiri, dengan memanfaatkan teknologi bengkel yang ia miliki.

'Agar pengelolaan sampah ini dapat berjalan dengan lebih efektif, maka saya mencoba membuat sendiri, mesin penghancur sampah tersebut di bengkel saya ini' jelasnya kepada awak media.

Bapak H. Suria kedua dari kiri menggunakan batik warna kuning, bersama Sesepuh dan Ibu-ibu pendukung Bank Sampah
Mereka bertiga di atas, menceritakan, bahwa mereka mendapat dukungan dari warga, yang meskipun awalnya mereka sangat sulit untuk meyakinkan warga tersebut, tetapi dengan dibantu dukungan moral dari para sesepuh setempat, maka akhirnya terwujudlah Bank Sampah tersebut, demikian turut mereka kepada awak media.

Dengan terbentuknya Bank Sampah yang begitu banyak manfaatnya ini, salah satunya adalah pupuk organik yang nantinya dapat dipakai oleh petani setempat. 

Meskipun awalnya tidak didukung oleh masyarakat kebanyakan, namun dengan kegigihan kang Suria, begitu panggilan akrabnya, lama kelamaan, banyak pula yang menyadari, bahwa kegiatan Bank Sampah tersebut merupakan langkah penting bagi Kesehatan Lingkungan. 

Terbukti kini banyaknya Ibu-ibu yang turut ambil bagian dalam memilah-milah sampah.

Bahkan ibu-ibu tersebut begitu antosias memberi penjelasan kepada #Bogor, mulai dari penampungan sampah, proses pemilahan hingga proses akhir.

Setelah berhasil membuat Bank Sampah Kampung Bojong Kidul, kang Suria dan komunitasnya berencana akan membuat Destinasi Wisata Agro, dengan motto 'Makan Jambu Sampai Kenyang, Bayar cuma Sekali'(SSM & AP)
Read More »

Minggu, 17 Februari 2019

BEM STIE IPWIJA Kampus Cikeas Mendorong Mahasiswa Melek Politik

BEM STIE IPWIJA Kampus Cikeas
Bogor (#Bogor- BEM dan Mahasiswa STIE IPWIJA Kampus Cikeas Bogor melakukan kunjungan ke Mata Najwa (6/2) dengan tema "Presiden Pilihan Rakyat". Kunjungan dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman politik terkait Pilpres 2019m

Ketua BEM STIE IPWIJA Kampus Cikeas, Aceng Darussalam menyatakan, dirinya prihatin dengan sikap sebagian rekan mahasiswa yang kurang peduli pada dunia politik. Dirinya, juga prihatin dengan kondisi politik saat ini.

Ketua BEM Aceng
 Darussalam (tengah)
"Di media sosial terjadi saling sindir, melecehkan, menghujat, memaki dengan kata-kata yang tidak santun, dan tidak etis. Hal itu dipicu, saling serang pernyataan politikus. Imbasnya, terjadi kegaduhan dimasyarakat"

Lebih lanjut, Aceng panggilan akrabnya menyatakan kondisi politik pada masa kampanye saat ini, tidak sehat dan tidak mencerdaskan. Ada potensi masyarakat terbelah. Semestinya, kampanye berisi adu gagasan, dan adu konsep untuk mewujudkan cita-cita pendiri bangsa. 

"Setiap denyut kehidupan rakyat, adalah produk politik yang dihasilkan melalui pilpres dan pileg. Mahasiswa sebagai kelompok masyarakat terdidik, harus berperan aktif. Untuk itu, harus melek politik. Melek politik bukan berarti berpolitik praktis" ujarnya

Selaku Ketua BEM, dalam berbagai kesempatan selalu mengajak rekan rekannya untuk tidak mudah menerima dan men-share berita dan informasi yang belum jelas kebenarannya.

Terkait dengan pileg, dirinya berharap masyarakat dalam menentukan pilihannya lebih didasarkan pada visi, misi, program kerja dan track-recornya. (AP & SSM)
Read More »