Home » » Pelanggaran HAM Berat : OPM Lempar Batu Sembunyi Tangan

Pelanggaran HAM Berat : OPM Lempar Batu Sembunyi Tangan

Bogor (#Bogor) - Mencermati peringatan hari HAM Internasional, kiranya kita perlu lebih jeli melihat Pelanggaran HAM, antara Siapa Pelaku danSiapa Korbannya

Peninggalan pola pikir pemerintahan Orde Baru yang memerintah secara otoriter, maka masyarakat masih terbiasa atau trauma dengan penindasan fisik maupun non-fisik, sehingga tidak mengherankan jika masyarakat pada umumnya kala itu, selalu melihat jika ada pelanggaran HAM pasti saja Pemerintah yang salah.

Setiap tahun, masyarakat internasional pada tanggal 10 Desember, selalu memperingati hari hak asasi manusia (HAM) internasional. 

Peringatan tersebut untuk mengingatkan kita semua, bahwa pelanggaran HAM adalah kejahatan kemanusiaan yang menjadi momok dan musuh masyarakat global, sehingga pelakunya dapat saja individu, kelompok atau organisasi, bahkan negara akan dibenci dan dimusuhi oleh masyarakat global.

Usut punya usut, ternyata pelanggaran HAM banyak pula yang dilakukan oleh kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Sebagai contoh, antara lain pada tangga; 1 Desember 2018 di Jalan Trans Papua, Kabupaten Nduga, Papua, terjadi salah satu peristiwa yang sangat mengerikan, yakni pembunuhan terhadap 31 orang pekerja PT Istaka Karya yang dilakukan Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) pimpinan Egianus Kogoya.

Hal tersebut dilatarbelakangi oleh adanya salah satu pekerja PT Istaka Karya, yang mengambil foto perayaan Hari Ulang Tahun Tentara Pembebasan Nasional/Organisasi Papua Merdeka (HUT TPN OPM) yang sedang dilakukan KKSB pimpinan Egianus Kogoya tersebut. 

Pasca tragedi pembunuhan tersebut, KKSB justru semakin sering melakukan penyerangan, baik terhadap masyarakat sipil, maupun TNI/Polri, diantaranya pada tanggal 12 Agustus 2019, di wilayah Kampung Mudidok, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, ditemukan jenazah Briptu Heidar yang merupakan anggota Satgas Gakkum Polda Papua wilayah Ilaga, yang sebelumnya diculik KKSB, saat korban sedang melaksanakan tugas penyelidikan di wilayah Kabupaten Puncak. 

Kemudian pada tanggal 16 Agustus 2019 + di Km 39 Jalan Trans Wamena-Habema, Kabupaten Jayawijaya, Papua, terjadi lagi penembakan terhadap konvoi kendaraan pengangkut logistik milik Satgas Pengamanan Daerah Rawan dari Yonif 751/VJS oleh KKSB pimpinan Egianus Kogoya, yang mengakibatkan satu orang prajurit TNI  Pratu Sirwandi M Sahidillah gugur.

Disusul lagi pada tanggal 25 Oktober 2019 di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, terjadi penyerangan terhadap masyarakat sipil oleh KKSB pimpinan Lekagak Talenggen, mengakibatkan sebanyak 3 orang tukang ojek meninggal dunia, yakni; Rizal, Herianto dan La Soni. Dan masih banyak lagi peristiwa memilukan yang dilakukan baik oleh OPM, maupun oleh simpatisannya.

Dalam rangka memperingati hari HAM internasional yang jatuh tanggal 10 Desember 2019, puji syukur, bahwa kini publik internasional, seperti masyarakat Inggris, Jerman, Belanda, Australia, Selandia Baru dan Pasifik Selatan, termasuk masyarakat Indonesia sudah mulai sadar dan memahami, bahwa sesungguhnya selama ini OPM lah pelaku utama pelanggaran HAM berat di Papua. 

Namun demikian, OPM dan simpatisannya selalu memutar balikkan fakta, dengan  selalumenempatkan OPM sebagai korban dari drama “playing victims”.

Jadi kini terbuka dengan gamblang, siapa sebenarnya aktor utama dibalik kerusuhan keamanan yang terjadi di Papua selama ini. (EW).

Foto : Istimewa

Terimakasih sudah membaca & membagikan Berita #Bogor | Berita Tagar Bogor

Previous
« Prev Post

Berita Tagar Bogor

Populer