Home » » Indonesia Sepakati Beragam Kerjasama Dengan Negara Asing Di Davos

Indonesia Sepakati Beragam Kerjasama Dengan Negara Asing Di Davos

Indonesia lakukan serangkaian lobi tingkat tinggi dengan negara-negara sahabat
Davos (#Bogor) - Dalam kunjungan kerja Menteri Koordinator Maritim dan Investasi/Marves Luhut B. Panjaitan beberapa hari lalu di Davos, Swis, menghasilkan sejumlah kerjasama strategis ke negara-negara sahabat.


Diantaranya Australia rencananya ingin berkunjung ke Indonesia pada Februari mendatang untuk melakukan investasi mengenai hydropower dan bushfire (kebakaran hutan). Australia juga ingin terlibat penanganan masalah sampah plastik. “Dia bilang ingin mendonasikan uangnya. Uangnya hampir USD 3M untuk urusan kemanusiaan. Nah ini satu yang menurut saya sangat hebat,” ujar Luhut.

Selain itu, ada kerja sama penanganan hydrogen, carbon credit, mengenai startup yang jadi misalnya micro credit. “Dia mau nanganin terlibat masalah petani, nelayan, yang mendapat ikan tidak bagus, dan banyak sekali. Angkanya bervariasi. Namun satu hal, Indonesia menjadi perhatian mereka,” tegas Luhut.

Korea Selatan melalui Hyundai gandeng LG untuk Investasi di Indonesia terkait mobil listrik dan autonomous sehingga investasi khususnya dalam bidang transportasi bukan hanya dari Jepang saja. “Saya lapor presiden, kita dorong lah ini Hyundai. Masuk lah hyundai. Tapi ada lagi yang lain, Cina mau masuk biarin aja, jangan Hyundai saja, karena Jepang belum mau masuk di mobil listrik. Tapi ujungnya saya bilang ke mereka, kalian mau kah masukkan LG untuk lithium battery, karena CITL dengan Cina dia mau masuk di situ. Saya bilang, kami segera bicarakan ini. Nanti pertemuan di Jakarta akan kami laporkan sebelum groundbreaking ini. Nah kalau ini terjadi, kita sudah punya 2 pemain lithium battery di Indonesia. Indonesia jadi keren loh,” puji Luhut.

Untuk Sovereign Wealth Fund kerjasama dengan Abu Dhabi Investment Authority (ADIA), karena mereka punya pengalaman hebat dengan Singapore, India, Mesir, dan negara-negara lain. Sehingga, tambah Luhut, sekarang apa yang Indonesia buat benar-benar international standar.

Lainnya ada Standard Chartered yang akan Investasi Dana Energi Baru Terbarukan. “Mereka mau mobilisasi dana bukan untuk Indonesia saja, berapa ratus miliar dolar karena itu jadi issue,” ungkap Menko Luhut. Untuk semua hasil yang didapat Indonesia saat ini, Menko Luhut mengungkapkan tidak lepas dari kerja keras Presiden Jokowi dalam 5 tahun belakangan ini. Untuk itu, Kementerian/ Lembaga terkait akan terus bekerja sama demi memajukan Indonesia semakin baik lagi (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan Berita #Bogor | Berita Tagar Bogor

Previous
« Prev Post

Berita Tagar Bogor

Populer