Home » » Pembangunan Desa Wisata Di Danau Toba Terus Dipacu

Pembangunan Desa Wisata Di Danau Toba Terus Dipacu

Raja dan Ratu Belanda akan berkunjung menikmati keindahan Danau Toba (foto: abri)
Toba (#Bogor) - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan mengutarakan penataan kawasan wisata Danau Toba yang termasuk 5 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) untuk tahap awal ditargetkan selesai pertengahan tahun ini.

"Tadi kami melakukan rapat yang membicarakan 39 spot wisata yang kita sepakati dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Dari 39 itu kita perkecil menjadi sekitar delapan hingga 10 spot saja. Agar kita bisa lebih fokus. Kami hitung berapa yang bisa kita langsung danai sehingga bisa selesai Juni. Kami kerjakan semuanya mulai dari rumah, homestay, jalan, kebersihannya, budaya, pertanian, hingga manusianya, kami kerjakan semua," ujar Luhut usai rapat koordinasi di Laguboti, Kabupaten Toba, didampingi Menparekraf Wishnutama, perwakilan kementerian/lembaga (K/L) terkait, dan para bupati di kawasan Danau Toba (4/3).

Menurut Menko Luhut, Pemerintah berupaya semaksimal mungkin membuka akses transportasi dan infrastruktur agar tersedia di kawasan Danau Toba secepat mungkin. Di otorita Sibisa sudah beberapa investor mau masuk. Dengan investor itu kami akan menyelesaikan tiga ruas jalan, listrik, dan IPAL (Instalasi Pengolahan Limbah). Ini sudah ditenderkan dan akan dikerjakan April, dengan begitu sekitar Mei atau Juni konstruksinya sudah bisa dimulai. Proyek ini sempat tertunda sekitar 8 bulan karena alasan sengketa tanah, tetapi sekarang sudah selesai. Agar (kawasan wisata ini) dapat segera kita jual," jelasnya.

"Menparekraf sudah mempelajari sumber dananya. Dari sana kami mendapati, kita bisa gabungkan anggaran Kemenparekraf, PUPR, dan Dana Desa, dan lain-lain. Ini salah satu cara agar wisatawan yang datang bukan hanya dari luar negeri tapi juga dalam negeri. Seperti desa Sigapiton yang saya kunjungi kemarin. Baru saya pejabat tinggi negara yang datang kesana sekian lama sepanjang sejarah desa itu. Padahal desa itu hanya berjarak beberapa kilometer dari Parapat. Yang seperti ini, saya harapkan dapat mempercepat proses pembangunan," ungkapnya.

Sementara itu, Raja dan Ratu Belanda, Willem-Alexander dan Maxima, hingga kini masih belum merubah jadwal kunjungannya ke Indonesia pada 9 – 13 Maret 2020, dan salah satu yang akan didatangi adalah Danau Toba.

"Kunjungan ini merupakan undangan dari Presiden Joko Widodo dan kunjungan pertama mereka dalam 25 tahun terakhir. Pada 13 Maret Raja dan Ratu dijadwalkan berkunjung ke kawasan wisata Danau Toba seharian. Karena itu kami juga melakukan koordinasi persiapan kunjungan tersebut," papat Luhut (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan Berita #Bogor | Berita Tagar Bogor

Previous
« Prev Post

Berita Tagar Bogor

Populer