Home » » Kabupaten Lingga Siap Jadi Lumbung Pangan Perbatasan

Kabupaten Lingga Siap Jadi Lumbung Pangan Perbatasan

Meski baru 4 tahun olah sawah, Kabupaten Lingga optimis penuhi kebutuhan pangan di perbatasan Kepulauan Riau
Linngga/Kepri  (#Bogor)  –  Petani di Desa Bukit Langkap, Kecamatan Lingga Timur, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau/Kepri, meski saat berpuasa dan di tengah ancaman Covid-19, tak patah semangat untuk menanam padi. Mereka sejak April sudah mengolah sawah hingga memulai pindah tanam sejak awal Mei 2020. Kini, mereka menyiapkan tanam bersama Bupati Lingga, disertai acara video conference dengan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Bupati Lingga Alias Wello menuturkan, meski Lingga baru empat tahun mengenal sawah dan tanaman padi, pihaknya optimistis menjadi lumbung pangan di wilayah perbatasan pada masa akan datang. “Insya Allah, Lingga akan jadi lumbung pangan di wilayah perbatasan Kepri," ungkap Awe, sapaan akrabnya, saat Video Conference (Vidcon) dengan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo di lokasi sawah Desa Bukit Langkap, Kecamatan Lingga Timur (12/5).

Melalui Vidcon yang diikuti sejumlah Gubernur dan Bupati se-Indonesia itu, Awe menyampaikan apresiasinya kepada Kementerian Pertanian yang terus mendukung kepada para petani di Lingga. Sawah yang sudah dicetak di Lingga bantuan Kementerian Pertanian (Kementan), sebagian besar perlu dilakukan optimalisasi lagi melalui pembangunan saluran irigasi.

"Sumber daya air kami melimpah,” lapor Awe. Berdasarkan laporan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lingga, Januari-April 2020 merupakan masa panen raya padi di Kabupaten Lingga. Usai panen, beberapa wilayah langsung melakukan percepatan tanam. “ini dilakukan dalam upaya penanggulangan dampak pandemi Covid-19, pangan harus tersedia dan masyarakat tak boleh bermasalah dengan pangan," tutur Awe.

Terkait irigasi di Kabupaten Lingga, Mentan akan mendiskusikan dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Ia pun siap membantu berbagai kendala pembangunan pertanian di semua daerah.

Mentan Syahrul menegaskan selama pandemik ini sektor pangan memang menjadi perhatian penting untuk memenuhi kebutuhan 267 juta jiwa. Untuk itu, ia meminta para petani untuk tetap beraktivitas seperti biasa tetapi tetap menerapkan protokol kesehatan saat beraktifitas (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan Berita #Bogor | Berita Tagar Bogor

Previous
« Prev Post

Berita Tagar Bogor

Populer