Home » » Industri Pariwisata Bali Siapkan Berbagai Strategi Sambut Wisatawan

Industri Pariwisata Bali Siapkan Berbagai Strategi Sambut Wisatawan

Bali sudah siap sambut kedatangan wisatawan mancanegara dan nusantara 
Jakarta  (#Bogor)  –  Industri pariwisata di Bali menargetkan bisa menjaring wisatawan dari negara-negara terdekat, di lingkungan ASEAN, seperti Thailand, Myanmar, Vietnam, Singapura dan Malaysia saat normal baru dimana nantinya pariwisata di Bali dinyatakan siap dibuka untuk pasar internasional.

Sekretaris ASITA Bali, I Putu Winastra dalam International Webinar Tourism in Indonesia untuk pasar Thailand dan Indochina bertema "Bali Alright" (5/6) menyebut, saat ini industri dan seluruh pemangku kepentingan pariwisata dan ekonomi kreatif/Parekraf di Bali sedang bersiap dengan penerapan protokol kebersihan, kesehatan, dan keamanan (CHS: cleanliness, health and safety). "Protokol tersebut akan diterapkan pada setiap sektor pariwisata antara lain transportasi, akomodasi, restoran, dan seluruh objek pariwisata," kata I Putu Winastra.  
Mulai dari wisatawan harus menyiapkan berbagai persyaratan yang harus dipenuhi sebelum berangkat ke Bali seperti surat pernyataan bebas Covid-19, itinerary, tanggal kedatangan, dan lainnya seperti yang disyaratkan pemerintah. Saat tiba di bandara, melakukan aktivitas tur hingga kembali ke bandara untuk penerbangan pulang ke negara asal, semua melewati SOP protokol kesehatan yang baik.
Untuk segmentasi pasar, I Putu Winastra mengatakan negara-negara terdekat seperti Thailand, Myanmar, dan Vietnam bisa menjadi andalan untuk menunjang pariwisata Bali saat nanti dibuka untuk pasar internasional, disamping tetap fokus dengan yang paling utama pasar domestik. "Dan tentunya, Bali tidak akan dibuka semua, pilot project ditetapkan untuk kawasan Nusa Dua," jelasnya.
Sedangkan Ketua Pasar ASEAN dari ASITA Bali Febrina Budiman saat “International Webinar Tourism in Indonesia” yang diselenggarakan Kemenparekraf untuk pasar Singapura dan Malaysia (4/6) mengatakan, ada 400 tour operator dan travel agent yang tergabung dalam ASITA Bali sudah menyatakan siap menyambut kenormalan baru pariwisata.
Adanya pandemi Covid-19, sejak Februari, pemerintah menutup akses pintu masuk internasional, khususnya dari China. Dan di Maret, giliran menutup semua penerbangan internasional yang berarti wisatawan dari berbagai market potensial juga terhenti. Kini, semua berangsur membaik dalam proses pemulihan. Tercatat hingga Kamis (4/6), jumlah kasus positif Covid-19 di Bali mencapai 510 orang dengan 364 orang sembuh dan 5 orang meninggal.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf) Nia Niscaya memaparkan, membagi dua tahap dalam pemulihan pascapandemi, yaitu Gaining Confidence dan Appealing. Gaining Confidence dimulai penyiapan protokol CHS, dikemas melalui video tutorial yang menarik dan buku panduan yang mudah dimengerti bagi pemangku kepentingan pariwisata seperti hotel, restoran, pusat perbelanjaan, destinasi wisata, dan lainnya. Kemudian ada tahapan training, simulasi, publikasi, dan kampanye serta aplikasi penerapan CHS.
Sementara dalam Appealing, Kemenparekraf/Baparekraf akan menjalankan sejumlah program seperti Mega Famtrip dengan melibatkan key opinion leader (KOL), media serta travel agent and tour operator (TA/TO). Kemudian juga membuat joint promotion dengan membuat paket tur bersama airlines dan TA/TO. Kemudian juga menyiapkan penyelenggaraan kegiatan MICE dalam skala kecil (ag/dh).

Terimakasih sudah membaca & membagikan Berita #Bogor | Berita Tagar Bogor

Previous
« Prev Post

Berita Tagar Bogor

Populer